Ternyata Hanura Meragukan Ridwan Kamil

112
Ternyata Hanura Meragukan Ridwan Kamil

Budi Hermansyah, Ketua Tim Pilkada Daerah (TPD) Hanura‎ Jabar mengatakan, pihaknya sebenarnya tidak alergi dengan siapapun, kecuali Ridwan Kamil didorong oleh di luar Koalisi Indonesia Hebat (KIH). “Dengan RK bukan konteks politik.

Namun secara personal kami melihat RK kurang komunikasi dengan partai. Hingga saat ini setelah diusung Nasdem kami lihat belum ada progress, berarti harus ada yang dievaluasi,”kata dia ketika di temui di bilangan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin, 14 Agustus 2017.

Pihaknya mempertanyakan kegiatan apa yang telah dilakukan Ridwan Kamil selama berbulan-bulan kekosongan tambahan dukungan. “Apa RK pernah silaturahmi ke partai-partai? Beda dengan yang lain. Tapi saya tidak mau membandingkan. Kita gimana mau bangun komunikasi kalau tidak tahu agendanya RK,” ucap dia.

Diakui dia, pihaknya menilai figur populer bukan jaminan menjadi daya tarik mendapat dukungan partai. Pasalnya figur bisa datang dan pergi, namun partai itu jelas, memiliki agenda strategis.

“Kami tidak akan pusing soal figur. Banyak yang lebih penting bagi partai. Figur bukan segalanya, tapi etika figur yang akan kami hormati. Etika itu penting untuk komunikasi politik.

Ditegaskan Budi, sampai saaat ini pihaknya tidak tahu agenda politik Ridwan Kamil, padahal itu penting. “Jangan sampai kita udah usung (RK) lupa, ada pengalaman dan catatan (RK mangkir dari partai pendukung pada pilwalkot). Saya tidak akan sebut, tapi ada catatan, kita semua tahu persis. Oke pilkada pillihan rakyat, tapi partai juga punya rakyat yang jelas dan tidak abstrak,” ucap dia.

Dia pun berharap, jika RK ingin didukung banyak partai maka berilah keyakinan pada partai. Dan jaminan bahwa dia tidak akan berpindah ke lain hati. “RK harusnya memberikan jaminan dan keyakinan kepada kami, bahwa dia tidak akan melakukan hal yang sama, sehingga bikin kecewa partai pengusung. Dan untuk komunikasi ini ada waktu sampai Desember,”ucap dia.

Sementara itu, usai pertemuan dengan Nasdem, PPP,dan PKB Jumat lalu, Budi menuturkan, pertemuan dengan Nasdem tersebut merupakan penjajakan. Mereka menyamakan persepsi untuk menentukan pasangan yang akan mereka usung.

“Soal RK, jika kami sepakat. Ya tinggal memilih siapa wakilnya, karena figur-figur PKB, ppp, hanura basisnya sama, itu bakal memudahkan titik temu. Di sisi lain, pihaknya pun tidak menutup kemungkinan bisa berpaling ke poros Golkar-PDIP yang kuat mengusung Dedi Mulyadi.

“KIH ini kami lihat ada dua poros PDIP-Gokar dan poros Nasdem, kita jalin komunikasi keduanya‎, kira-kira apa yang bisa dikerjasamakan karena sampai sekarang belum final siapa yang akan diusung,”kata dia.

Sementara, lanjut dia, Hanura konsisten dorong ketua DPD Aceng Fikri maju, untuk menjadi calon wakil gubernur. pihaknya meski dengan kursi bukan mayorotas punya daya tawar politik.

“Bulan-bulan ini kritis (dalam penentuan calon yang akan diusung), tidak hanya Hanura. Tahapan pilkada kan Januari. Agustus keputusan akhir untuk SK siapa koalisi dan pasangan. Agustus sudah mulai kelihatan kristalisasinya.

Sumber