Mahasiswa UI Ciptakan Kapsul Nutrisi Dari Ampas Singkong

96
Mahasiswa UI Ciptakan Kapsul Nutrisi Dari Ampas Singkong

Lima mahasiswa Universitas Indonesia menciptakan kapsul nutrisi dari limbah ampas singkong dan tahu. Kapsul tersebut bisa menjadi alternatif pengganti minyak ikan bagi anak-anak yang kekurangan gizi.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Ardita Rizky Putri Arcanggi dari jurusan Teknologi Bioproses, Ahmad Rafif (Teknik Kimia), Mustika (Teknologi Bioproses), Adinda Eka (Teknologi Bioproses) dan Prastiwi Arum (Farmasi).

Mereka melakukan penelitian yang bertujuan ‎menekan angka kekurangan gizi di Indonesia dan mendukung tercapainya Indonesia Sustainable Development Goals. Kelimanya berhasil menjadikan limbah makanan berupa onggok dan ampas tahu menjadi kapsul nutrisi sumber AA, DHA dan EPA yang bernama Aspergyomega.

Salah satu penyebab anak berumur di bawah lima tahun kekurangan gizi ada‎lah kurangnya asupan asam lemak tak jenuh. Nutrisi asam lemak tak jenuh itu adalah AA, DHA, dan EPA.

Selama ini, asupan nutrisi tersebut bisa didapat dengan mengonsumsi minyak ikan, golongan crustacean.‎ Namun, ketersediaan minyak ikan memiliki keterbatasan. Pasalnya,harga produknya relatif mahal serta ketersediannya bahan bakunya pun bergantung pada musim-musim tertentu. Apalagi, kondisi lingkungan ikan juga tercemar logam berat.

Berbagai tantangan tersebut, membuat Ardita bersama timnya mencari sumber alternatif lain guna pemenuhan produksi nutrisi bagi anak yang kurang gizi.‎ “Kami mencari sumber alternatif lain dalam menghasilkan asam lemak dengan memilih limbah makanan yang difermentasi menggunakan mikroorganisme,” kata Ardita, Senin 14 Agustus 2017.

Hasil temuan tim mempunyai kelebihan karena waktu yang dibutuhkan dalam memproduksi asam lemak lebih singkat dengan harga murah ketimbang minyak ikan. “Maka melalui penelitian ini, kami menganalisis komposisi karbon berbasiskan bahan baku berupa onggok dan ampas tahu untuk menghasilkan asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari AA, DHA dan EPA guna meningkatkan gizi masyarakat Indonesia,” tutur Ardita.

Onggok atau sering dikenal sebagai ampas singkong merupakan produk samping dari industri pengolahan singkong seperti tepung tapioka/kanji. Sedangkan ampas tahu merupakan sisa hasil pembuatan tahu. Kedua limbah makanan diolah menjadi produk bermanfaat melalui tahapan penelitian di bawah bimbingan Dosen Fakultas Teknik UI Rita Arbianti.

Penelitian ‎dilakukan langsung di laboratorium FT UI. Hasil penelitian pun tengah diusulkan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada akhir Agustus 2017.

Tim peneliti meyakini produk berbahan limbah itu memiliki keunggulan karena aman dikonsumsi, murah dan mengandung nutrisi bagi perkembangan otot, otak, syaraf mata serta mendukung perkembangan anak. Karya anak bangsa tersebut diharapkan mampu diproduksi di pasaran. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan manfaatnya serta produk terus dikembangkan sebagai sumber gizi alternatif.

Sumber