Kampung “Buricak Burinong” di Cat Warga

128
Kampung “Buricak Burinong” di Cat Warga

Ratusan warga dari berbagai elemen dan komunitas di Sumedang beramai-ramai memulai pengerjaan mengecat rumah warga di blok Hakulah, Dusun Cisema, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Minggu (27/8/2017).

Pengecatan rumah-rumah tersebut tak lain untuk mewujudkan konsep ide Kampung Buricok Burinong. Kedepan, Kampung Buricak Burinong diproyeksikan menjadi tempat swafoto dengan latar belakang rumah warna-warni dan hamparan air Waduk Jatigede.

Inisiator Kampung Buricak Burinong, Herman Suryatman dari Komunitas Sumedang Motekar, menyebutkan, jumlah rumah yang akan di cat sebanyak 148 rumah yang terbagi dua blok. Pada pengecetan awal dikerjakan oleh berbagai elemen di antaranya komunitas SumedangInmove, unsur TNI, Polri, swasta dan siswa dari berbagai sekolah.

“Untuk awal kita cat dulu tembok rumah kemudian tahap pengerjaan kedua pengecetan genting rumah. Membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk merampungkan pengecetan sampai tuntas,” ujarnya disela kegiatan.

Target utama, kata dia, setelah pengecatan selesai akan membangun empat titik spot untuk swafoto. Warna cat yang paling dominan ialah merah, hijau, kuning, biru. Desain penempatan warna sudah di setting oleh desainer yang diterjunkan dari kalangan mahasiswa kreatif.

“Nanti menjadi rumah yang menarik. Jadi daya tarik wisata, satu sisi lain memicu partisipasi warga untuk membangun daerahnya,” ucapnya. Pada kesempatan itu, Kadisparpora Kabupaten Sumedang, Agus Sukandar mengatakan, mewakili pemerintah daerah, pihaknya sangat mengapresiasi inovasi warga yang penuh kreatif.

Hal ini, kata dia, salah satu langkah awal yang luar biasa bagi kebangkitan masyarakat Sumedang, khususnya Darmaraja, untuk menuju suatu titik. Di mana suatu saat nanti Sumedang harus menjadi satu daerah tujuan wisata untuk kelas nasional bahkan dunia.

“Trennd dunia sekarang untuk mensejahterakan warganya bukan lagi mengandalkan industri. Tapi sudah bergeser pada pengembangan potensi daerah yang berbasis wisata. Gerakan ini erat kaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Perbanyaklah gerakan inovatif yang diiniasi oleh pemuda,” ujarnya.

Dikatakan, banyak daerah yang ekonominya digerakan dengan menjual destinasi wisata. Untuk itu Sumedang dengan berbagai ikon destinasi yang ada harus mampu menciptakan peluang itu. “Kalau saja 5 tahun kedepan Sumedang tidak memiliki tempat yang bisa dikunjungi untuk wisata tentunya akan mematikan pergerakan ekonomi,” ungkapnya.

Sumber